SOSIALISASI PENANAMAN 1.000 POHON KAKAO DI DESA TLEPOKWETAN, WUJUDKAN BUDIDAYA KAKAO BERBASIS SWADAYA DAN MANDIRI

By Emi 30 Jun 2026, 12:59:29 WIB Pemberdayaan
SOSIALISASI PENANAMAN 1.000 POHON KAKAO DI DESA TLEPOKWETAN, WUJUDKAN BUDIDAYA KAKAO BERBASIS SWADAYA DAN MANDIRI

Grabag, 25 Juni 2026 – Pemerintah Kecamatan Grabag bersama Pemerintah Desa Tlepokwetan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penanaman 1.000 Pohon Kakao di Desa Tlepokwetan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan budidaya kakao melalui konsep 100% swadaya dan mandiri, sebagai bagian dari inovasi KAKAO BERDAYA (Kakao Berbasis Swadaya Masyarakat).

Kegiatan dihadiri oleh Tim Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Komunitas Anteng Lereng, Pemerintah Desa Tlepokwetan, serta masyarakat yang akan menjadi calon petani kakao.

Dalam sosialisasi disampaikan bahwa program penanaman 1.000 pohon kakao di Desa Tlepokwetan merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kemandirian petani. Melalui konsep ini, petani diharapkan mampu mengembangkan usaha budidaya kakao tanpa bergantung pada pembiayaan dari pihak luar, termasuk tidak bergantung kepada PT KBI. Dengan demikian, petani tidak memiliki beban utang kepada pihak mana pun dalam memulai usaha budidaya kakao.

Meskipun mengusung prinsip swadaya dan mandiri, pelaksanaan program tetap didukung oleh kolaborasi berbagai pihak. Komunitas Anteng Lereng memberikan pendampingan teknis sekaligus dukungan penyediaan bibit kakao kepada petani. Pemerintah Desa Tlepokwetan memberikan dukungan berupa pembiayaan operasional awal, mulai dari proses pembuatan bibit hingga bibit siap ditanam. Sementara itu, seluruh rangkaian kegiatan penanaman dan pemeliharaan awal dilaksanakan melalui semangat gotong royong antara pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat.

Tim Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto turut memberikan masukan ilmiah dan pendampingan terkait teknik budidaya kakao yang baik, sehingga pengembangan kakao di Desa Tlepokwetan diharapkan mampu menghasilkan tanaman yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat, program penanaman 1.000 pohon kakao ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Kecamatan Grabag terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian, kolaborasi, dan keberlanjutan. Penanaman 1.000 pohon kakao di Desa Tlepokwetan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengelola potensi lokal secara optimal.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment