DAPUR UMUM TAGANA DALAM GADI SIMULASI BENCANA

By Sunardi 14 Nov 2024, 13:24:54 WIB Kegiatan
DAPUR UMUM TAGANA DALAM GADI SIMULASI BENCANA

Sebagai bagian dari persiapan kegiatan gladi bencana yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo di Desa Ketawangrejo, Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) turut mendukung dengan membuka dapur umum di halaman Masjid Desa Ketawangrejo. Dapur umum ini berfungsi untuk menyediakan logistik makanan bagi para peserta dan relawan yang terlibat dalam kegiatan simulasi penanggulangan bencana yang dilaksanakan pada 15 November 2024.

 

Dapur umum TAGANA ini dilaksanakan sebagai bagian dari simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dalam kegiatan tersebut, tim TAGANA bertugas untuk memasak dan menyiapkan makanan darurat yang akan diberikan kepada korban bencana dalam skenario simulasi. Hal ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan pentingnya distribusi logistik yang cepat dan efisien dalam situasi darurat.

 

Pelibatan Masyarakat dalam Kegiatan Dapur Umum

Dapur umum yang didirikan di halaman Masjid Desa Ketawangrejo ini melibatkan puluhan relawan TAGANA dari berbagai desa di sekitar Purworejo. Sejak pagi, para relawan sudah mulai mempersiapkan bahan makanan, seperti beras, sayuran, dan lauk pauk untuk dimasak dalam jumlah besar. Selain itu, mereka juga menyiapkan perlengkapan dapur darurat yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses memasak.

 

Kepala TAGANA Kabupaten Purworejo, yang turut hadir di lokasi, menyampaikan, “Dapur umum ini adalah bagian penting dari gladi bencana yang kami selenggarakan. Selain memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana menyediakan logistik makanan dalam keadaan darurat, kami juga ingin masyarakat tahu bagaimana cara mengelola dapur umum dalam situasi bencana besar. Harapannya, seluruh relawan dan masyarakat bisa lebih siap dalam memberikan bantuan kepada korban bencana, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan.”

 

Simulasi Penanggulangan Bencana

Kegiatan gladi bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Purworejo di Desa Ketawangrejo mencakup berbagai jenis latihan, mulai dari evakuasi korban, pendirian tenda darurat, hingga penanganan distribusi bantuan seperti makanan dan obat-obatan. Dapur umum TAGANA ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian simulasi untuk menguji kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, dengan melibatkan masyarakat setempat yang langsung merasakan manfaatnya.

 

"Sebagai salah satu kegiatan pendukung, dapur umum ini memberikan gambaran bagaimana penanganan kebutuhan pangan dilakukan saat bencana terjadi. Kami berlatih untuk memastikan agar setiap bantuan yang diberikan bisa sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik,".

 

Pentingnya Dapur Umum dalam Penanggulangan Bencana

Dapur umum merupakan salah satu fasilitas vital dalam operasi penanggulangan bencana. Dalam kondisi darurat, dapur umum menjadi tempat untuk menyiapkan makanan bagi para korban bencana yang tidak dapat mengakses sumber pangan lainnya. Oleh karena itu, pelatihan dapur umum yang melibatkan TAGANA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan relawan dalam menyiapkan dan mendistribusikan makanan secara cepat dan tepat.

 

“Latihan ini tidak hanya tentang mengelola dapur umum, tetapi juga bagaimana cara berkoordinasi dengan tim lain seperti medis, logistik, dan relawan lainnya. Dengan kesiapan yang baik, diharapkan saat bencana datang, proses distribusi bantuan bisa berlangsung lebih efisien,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Purworejo, yang juga memantau kegiatan tersebut.

 

Partisipasi Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Bencana

Kegiatan ini juga melibatkan warga Desa Ketawangrejo, yang tidak hanya ikut menyaksikan, tetapi juga berpartisipasi dalam beberapa tahapan simulasi, termasuk dalam pembuatan dan pembagian makanan yang disiapkan di dapur umum. Melalui partisipasi aktif ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya persiapan dan gotong royong dalam menghadapi bencana.

 

Kegiatan dapur umum TAGANA dan gladi bencana ini menunjukkan upaya nyata BPBD Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran relawan dan kerjasama dalam penanganan bencana secara komprehensif.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment